Tahlil dan Doa Bersama Mengenang Almarhumah Istri Sertu Miskam
Tahlil dan Doa Bersama Mengenang Almarhumah Istri Sertu Miskam
Banjarnegara - Batuud Koramil 11/Punggelan, Serma Mulyono beserta 10 anggota, menghadiri acara tahlil dan doa bersama untuk mendoakan almarhumah Ibu Mukti Hernawayati, istri dari Sertu Miskam, yang meninggal dunia 7 hari yang lalu akibat sakit. Acara tahlilan ini berlangsung di rumah duka Sertu Miskam di Desa Luwung, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (18/02/2024).
Serma Mulyono, selaku Batuud, menyatakan bahwa doa tahlilan yang diadakan di kediaman almarhumah bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada keluarga yang ditinggalkan, agar dapat menerima takdir Allah SWT bahwa setiap manusia akan kembali kepada-Nya.
"Antusiasme masyarakat dalam ikut mendoakan almarhumah terbilang cukup tinggi. Ini membuktikan bahwa selama hidupnya, almarhumah banyak dikenal warga akan kebaikannya, kesopanan, jiwa sosialnya, dan kebaikan hatinya. Semoga almarhumah husnul khotimah. Amin," ungkap Serma Mulyono saat diwawancarai dalam momen doa bersama.
Di tempat terpisah, Pgs Danramil 11/Punggelan, Kapten Cpl Arif Waluyo, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, baik personel TNI maupun warga, yang telah hadir dalam acara tahlil dan doa bersama yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut.
Selain untuk mendoakan almarhumah, kegiatan tersebut juga bertujuan sebagai sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan antara TNI dan masyarakat, serta antara warga satu dengan yang lainnya, guna menciptakan kemanunggalan TNI-rakyat.
Lebih lanjut, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengingatkan semua yang hadir akan kematian, karena setiap manusia pasti akan mengalami kematian, hanya waktu dan tempatnya yang tidak kita ketahui.
"Jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara. Kita pasti akan menghadapi kematian. Mari kita memperbaiki diri selagi masih ada kesempatan, meningkatkan amal ibadah dan amal kebaikan, serta selalu mendekatkan diri kepada Sang Khaliq," tandas Danramil.
Dalam mengutip Surah Al Ankabut ayat 57, "Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, ṡumma ilainā turja'ụn", yang artinya "Setiap jiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu akan kembali", mari kita semua mempersiapkan amal ibadah sejak dini, karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal dunia." Tutupnya.
What's Your Reaction?