Panen Serentak di Luwung TNI dan Petani Bergandengan Tangan

Panen Serentak di Luwung TNI dan Petani Bergandengan Tangan

Panen Serentak di Luwung TNI dan Petani Bergandengan Tangan

Banjarnegara - Udara pagi di Desa Luwung, Kecamatan Rakit, masih lembab oleh embun ketika suara gemerisik padi yang menguning mulai terdengar di hamparan sawah. Hari itu, petani dari Kelompok Tani Setia Tani tampak bahu-membahu melaksanakan panen padi secara serentak. Di antara mereka, tampak sosok-sosok berseragam loreng yang menyingsingkan lengan baju dan ikut turun ke sawah, Minggu 14/05/25).

 

Mereka adalah Danramil 15/Rakit, Kapten Cpl Arif Waluyo, bersama para Babinsa dan anggota Koramil 15/Rakit, Kodim 0704/Banjarnegara. Kehadiran mereka bukan hanya untuk melihat, tapi ikut membantu langsung proses panen bersama warga binaan di RT 02 RW 02 Desa Luwung.

 

“Kami sengaja turun langsung untuk ikut memanen padi bersama petani. Ini bentuk nyata kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kapten Arif sambil membantu mengangkat ikatan padi ke pinggir pematang.

 

Panen serentak ini menjadi momen penting bagi para petani, namun mereka mengaku kekurangan tenaga kerja. Kondisi ini membuat kehadiran TNI terasa sangat berarti. Tanpa banyak kata, para Babinsa langsung menyingsingkan lengan, ikut memotong, mengikat, dan mengangkut hasil panen.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) oleh TNI, yang diwujudkan melalui kegiatan sosial seperti pertanian, pendidikan, dan pembangunan desa. Selain memperlancar panen, kehadiran TNI juga memperkuat hubungan emosional antara prajurit dan masyarakat.

 

“Kami ingin keberadaan TNI bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Ini juga bagian dari upaya membina wilayah pertahanan melalui kegiatan teritorial,” tambah Danramil.

 

Melalui kegiatan ini, Danramil menegaskan bahwa peran Babinsa tak hanya dalam konteks militer semata, tetapi juga dalam menciptakan Ruang, Alat, dan Kondisi Juang yang tangguh di wilayah. Hal ini menjadi bagian dari pelaksanaan SISRENDAL BINTER (Sistem Perencanaan Pembinaan Teritorial) yang bertujuan untuk menyiapkan masyarakat dalam menghadapi tantangan di masa depan.

 

“Babinsa harus terus membina hubungan harmonis dengan warga binaan. Komunikasi yang baik menjadi kunci dalam membangun ketahanan wilayah dan menjaga keutuhan NKRI,” pesan Kapten Arif.

 

Di tengah derik sabit dan tawa warga, panen padi di Desa Luwung bukan sekadar kegiatan pertanian. Ia menjadi simbol kebersamaan, kegotongroyongan, dan sinergi antara TNI dan rakyat. Dari sawah yang basah oleh lumpur, tumbuh semangat untuk terus membangun desa dan menjaga tanah air.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow