Operasi Longsor Situkung Resmi Dihentikan

Operasi Longsor Situkung Resmi Dihentikan

Operasi Longsor Situkung Resmi Dihentikan

Banjarnegara - Upaya pencarian korban pada hari ke-10 penanggulangan bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, resmi dihentikan oleh pemerintah pada Selasa (25/11/2025). Keputusan ini diambil sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana, setelah seluruh unsur tim gabungan bekerja secara maksimal di lapangan.

 

Dandim 0704/Banjarnegara sekaligus Dansatgas Penanganan Bencana, Letkol CZI Teguh Prasetyanto, ST., menjelaskan bahwa seluruh tahapan pencarian telah dilakukan secara maksimal. Setelah operasi dihentikan, fokus pemerintah dan satgas kini beralih pada penataan masa depan para penyintas. “Proses pencarian sudah selesai. Langkah berikutnya adalah memastikan para pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang aman. Rumah-rumah di zona berbahaya akan diratakan agar kawasan ini tidak lagi dihuni. Lokasi untuk HUNTARA dan HUNTAP sudah disiapkan di Pandanarum dan saat ini sedang proses pembangunan. Kami mohon doa agar semuanya lancar dan para pengungsi segera menempati hunian sementara itu,” ungkapnya.

 

Dengan suara yang tenang namun berat, Dandim juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. “Atas nama pribadi dan sebagai Dansatgas, saya memohon maaf apabila ada kekhilafan. Kami pun memohon maaf karena belum dapat menemukan seluruh korban sesuai harapan. Keputusan penghentian ini diambil untuk keselamatan semua pihak dan sesuai prosedur.”

 

Bupati Banjarnegara, dr. Amelia Desiana, menuturkan bahwa keputusan mengakhiri pencarian telah melewati musyawarah panjang dengan keluarga korban. “Setelah tujuh hari pencarian, diperpanjang tiga hari, dan tadi malam kami mengumpulkan seluruh keluarga korban yang belum ditemukan. Dengan berbagai pertimbangan, keluarga akhirnya mengikhlaskan. Hari ini menjadi hari terakhir, baik korban ditemukan maupun tidak. Alhamdulillah hari ini ditemukan lima saudara kita empat utuh dan satu body part. Semoga yang belum ditemukan husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya. Malam sebelumnya, keluarga korban juga menggelar salat gaib sebagai bentuk keikhlasan dan penghormatan bagi mereka yang belum teridentifikasi.

 

Kepala Basarnas Jawa Tengah, Budiono, menambahkan bahwa pada hari ke-10 ini, Tim SAR gabungan berhasil menemukan lima korban dalam keadaan meninggal dunia, sehingga total korban ditemukan menjadi 17 orang, sementara 11 lainnya belum ditemukan. “Seluruh korban hari ini ditemukan berdekatan di sektor A2. Dengan selesainya operasi ini, Basarnas Wonosobo akan melakukan pemantauan lanjutan. Jika ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, kami siap kembali untuk melakukan evakuasi,” jelasnya.

 

Penghentian pencarian ini bukanlah tanda berakhirnya duka, namun menjadi awal dari upaya pemulihan jangka panjang bagi masyarakat Situkung. Di tengah kesedihan, harapan perlahan tumbuh kembali bersama rencana pembangunan hunian baru bagi para penyintas.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow