Jalan Usaha Tani di Dukuh Sirandu Akses Baru Harapan Baru bagi Petani

Jalan Usaha Tani di Dukuh Sirandu Akses Baru Harapan Baru bagi Petani

Jalan Usaha Tani di Dukuh Sirandu Akses Baru Harapan Baru bagi Petani

Banjarnegara - Suara cetok dan denting ember terdengar bersahutan di tengah hamparan hijau sawah Dukuh Sirandu, Desa Plumbungan, Kecamatan Pagentan. Pada titik itu, harapan baru sedang dibangun: Jalan Usaha Tani (JUT) yang diyakini akan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat petani, Jumat (11/07/25).

 

Proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik. Bagi warga setempat, terutama para petani yang selama ini harus berjibaku di jalanan tanah dan licin saat musim hujan, jalan ini adalah akses menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan semangat gotong royong, masyarakat bahu-membahu dalam pengecoran jalan sepanjang 700 meter dengan lebar 1,5 meter dan ketebalan 15 cm.

 

Ketua Kelompok Tani Sirandu Bhakti, H. Sulaiman, mengungkapkan optimisme besarnya terhadap dampak dari pembangunan ini.

 

“Jalan ini akan sangat membantu kami dalam mengangkut hasil panen. Tidak perlu lagi membawa hasil pertanian dengan dipikul jauh. Semua akan lebih cepat dan biaya angkut juga berkurang,” ujarnya penuh semangat.

 

Proyek ini merupakan bagian dari program The Development of Integrated Farming System in Upland Areas, dengan dukungan dana dari Islamic Development Bank (IsDB). Total anggaran sebesar Rp 421.641.000, yang terdiri dari Rp 245 juta dana pemerintah dan Rp 176 juta lebih dari swadaya masyarakat, dialokasikan dalam tahun anggaran 2025.

 

Semangat kebersamaan sangat terasa di lokasi pembangunan. Bahkan Kepala Dusun, Bapak Musliman, turun langsung memimpin kerja bakti bersama warga. Mereka tidak sekadar membangun jalan, tetapi juga merawat mimpi agar sektor pertanian menjadi lebih produktif dan menguntungkan.

 

Babinsa Koramil 18/Pagentan, Serka Supomo, yang turut hadir bersama dua anggota lainnya, memberikan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa keberadaan JUT akan sangat vital dalam mempercepat distribusi hasil pertanian.

 

“Ini bukan hanya tentang jalan, tapi tentang ekonomi warga. Jika jalan ini terhubung dengan baik, maka akses ke pasar, distribusi hasil bumi, hingga efisiensi tenaga dan biaya akan meningkat. Tapi setelah jadi, jangan lupa dirawat agar tetap awet dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya mengingatkan.

 

Danramil 18/Pagentan, Lettu Inf Jiam, melalui Serka Supomo, juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antara TNI dan masyarakat dalam pembangunan desa. Menurutnya, TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat rakyat membangun untuk kesejahteraan bersama.

 

Pembangunan JUT ini menjadi simbol kemajuan desa berbasis kerja kolektif. Di Dukuh Sirandu, bukan hanya jalan yang dibangun, tetapi juga optimisme dan keyakinan bahwa masa depan petani bisa lebih cerah dengan infrastruktur yang memadai.(Pendimbna).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow