Babinsa Koramil 09 Susukan Dampingi Petani Jagung Wujudkan Ketahanan Pangan dari Desa
Babinsa Koramil 09 Susukan Dampingi Petani Jagung Wujudkan Ketahanan Pangan dari Desa
Banjarnegara - Mentari pagi menyinari hamparan lahan jagung di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan. Di antara barisan tanaman jagung yang menjulang, tampak dua sosok berseragam loreng menyatu dengan para petani. Mereka adalah Serda Simon dan Serda Ardi Subakto, Babinsa dari Koramil 09/Susukan, Kodim 0704/Banjarnegara, yang sedang melakukan pendampingan pertanian bersama Kelompok Tani Setia Tani, Senin (14/07/2025).
Dengan penuh semangat, para Babinsa bersama Bapak Supri anggota kelompok tani melakukan perawatan tanaman jagung, seperti membersihkan daun kering dan memangkas pucuk tanaman. Tahapan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan memaksimalkan hasil panen.
“Kami tidak hanya mendampingi, tapi juga ingin benar-benar turun tangan, bekerja bersama para petani. Ini bagian dari upaya kami mendukung ketahanan pangan secara nyata,” ujar Serda Simon di sela aktivitas.
Kegiatan pendampingan seperti ini bukanlah hal baru bagi para Babinsa. Di wilayah pedesaan seperti Gumelem Wetan, keterlibatan TNI dalam sektor pertanian sudah menjadi bagian dari rutinitas yang memperkuat ikatan antara aparat dan masyarakat.
Pjs Danramil 09/Susukan, Letda Inf Eka Purwanta, dalam keterangannya menyebutkan bahwa pendampingan ini adalah wujud komitmen TNI AD terhadap program ketahanan pangan nasional.
“Kami hadir untuk memotivasi petani agar terus semangat mengelola lahannya. Selain memberikan rasa aman, Babinsa juga membantu secara teknis di lapangan agar pertanian semakin maju,” jelasnya.
Bagi Bapak Supri dan para petani lainnya, kehadiran Babinsa bukan hanya soal bantuan tenaga. Lebih dari itu, ini adalah bentuk dukungan moral dan kepedulian yang sangat berarti.
“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Bapak-bapak Babinsa bukan hanya hadir, tapi ikut bekerja, memberi kami semangat dan arahan,” ujar Supri dengan wajah penuh syukur.
Dengan adanya pendampingan dari TNI, masyarakat berharap hasil pertanian, khususnya tanaman jagung di Desa Gumelem Wetan, bisa meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi sarana membangun kedekatan emosional dan kepercayaan antara rakyat dan aparat negara.
Di tengah tantangan perubahan musim dan dinamika pertanian, sinergi seperti ini menjadi bukti bahwa kemajuan sektor pangan bisa dimulai dari sawah-sawah desa dengan semangat gotong royong dan kepedulian lintas profesi.(Pendimbna).
What's Your Reaction?